Mei 28, 2026
Polisi melakukan penyisiran setelah KKB tembak mati 3 warga sipil di Puncak Polisi melakukan penyisiran setelah KKB tembak mati 3 warga sipil di Puncak

Polisi melakukan penyisiran setelah KKB tembak mati 3 warga sipil di Puncak

Tiga warga sipil dilaporkan tewas dalam penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Kalenak Murib di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Selain penembakan, KKB juga membakar honai warga setempat.

Kalenak Murib dan 23 anggotanya memasuki Kampung Lambera pada Selasa (17/6) pukul 16.00 WIT,
membawa setidaknya empat pucuk senjata api laras panjang. Kemudian penembakan dan pembakaran terjadi di Distrik Yugumoak pada Rabu (18/6) sekitar pukul 09.00 WIT.

“KKB pimpinan Kalenak Murib kembali berulah dengan menyerang warga sipil di Kampung Lambera. Tiga warga dinyatakan meninggal dunia, empat lainnya luka-luka, dan sedikitnya 11 honai dibakar,” kata Kaops Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani, Jumat (20/6/2025).

Baca Selengkapnya  KEGIATAN DANPUSSENARHANUD DALAM RANGKA PEMBUKAAN PENDIDIKAN DIKMABA TNI AD DAN PENUTUPAN DIKCABPA ARHANUD

Berikut identitas korban tewas dan luka-luka.

Korban Tewas :

• Minanggen Wijangge
• Patiago Tabuni
• Oriup Murip

Korban Luka-luka :

• Amos Tabuni (luka tembak di lengan kanan)
• Anis Tabuni (luka tembak di lengan kiri)
• Amote Tabuni (luka di bagian kepala)
• Perdus Tabuni (rekoset di bagian kaki)

Brigjen Faizal mengungkapkan motif di balik penembakan dan pembakaran honai ini. Kalenak Murib diduga marah karena perselingkuhan istri ketiganya dengan anak buahnya sendiri, Minanggen Winangge. Minanggen termasuk dalam korban tewas.

“Berdasarkan keterangan saksi, aksi brutal tersebut dipicu oleh motif pribadi, di mana Kalenak Murib murka karena mendapati istri ketiganya berselingkuh dengan salah satu anak buahnya bernama Minanggen Wijangge,” terangnya.

Baca Selengkapnya  Mabes Polri Dampingi Kementerian Tingkatkan Penerimaan Negara

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengimbau warga agar tetap tenang. Hingga saat ini, aparat keamanan terus meningkatkan patroli dan koordinasi dengan pemerintah distrik Yugumoak agar warga dapat mengamankan diri ke distrik terdekat. Sebagian besar warga Kampung Lambera menyelamatkan diri ke Distrik Megeabume dan Distrik Sinak.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang serta mempercayakan sepenuhnya kasus ini kepada aparat,” ujar Yusuf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *