Targettkp86.com –, Kejaksaan Negeri Bangka Tengah diketahui sedang mendalami kasus dugaan tindak Pidana Korupsi yang diduga melibatkan Kepala Desa Penyak serta beberapa perangkat desa lainnya. Penyelidikan ini berdasarkan respons dari pihak Aparat Penegak Hukum atas Laporan masyarakat Desa Penyak.
Masyarakat merasa curiga serta mengeluh prihal Adanya ketidaksesuaian dalam penyaluran anggaran Desa Tahun 2024, tentang pengadaan perahu nelayan serta perlengkapan Tangkap ikan untuk nelayan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Penyak.
Pengadaan peralatan bagi nelayan Desa Penyak, diduga disalahgunakan oleh oknum perangkat desa. Dugaan korupsi ini mencakup penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan perencanaan dan pelaporan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pihak Kejari Bangka Tengah telah memanggil beberapa perangkat desa dan ketua nelayan untuk diminta keterangan lebih lanjut Namun Belum diketahui mengenai hasil dari pemanggilan tersebut.
“Pihak kejari sudah melakukan pemanggilan terhadap ketua TPK, serta Sekdes dan dua Aparatur Pemdes Penyak juga empat ketua kelompok nelayan Desa penyak dan sudah menjalani pemeriksaan di Kejari Bangka Tengah,”. Ungkap sumber yang tidak ingin disebutkan namanya(07/03/4025).
Targetnews.id sudah melakukan konfirmasi ke pihak Kejaksaan Negeri Bangka Tengah melalui Kepala Kejari Bateng, Muhammad Husaini S.H.,M.H tetapi sampai saat ini belum ada jawaban.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Kasi Pidsus yang berwenang dalam penyelidikan kasus ini namun sangat disayangkan Variska Ardina Kodriansyah S.H.,M.H yang merupakan Kasi Pidsus Kejari Bangka Tengah Lebih memilih untuk memblokir Nomor Wartawan Targetnews.id.
Hal ini, dinilai sangat bertolak belakang dengan apa yang diharapkan masyarakat kepada Pihak Kejari Bangka tengah, yang mana Pihak Kejari diminta tidak masuk angin dan transparan dalam melakukan penyelidikan, agar kasus dugaan Korupsi di Desa Penyak, Kabupaten Bangka Tengah dapat segera terungkap, dan ditindak sesuai hukum yang berlaku serta sanksi tegas kepada para pelaku korupsi.
Sampai berita diterbitkan Targetnews.id akan terus berupaya melakukan konfirmasi ke pihak Aparat Penegak Hukum dan pihak terkait lainnya.
Reno Van Happy