Sentani – Dalam upaya mempererat kemitraan antara TNI dan elemen masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan wilayah, Komando Rayon Militer (Koramil) 1701-12/Demta menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) pada Senin, 14 Juli 2025, bertempat di Aula Koramil Demta.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Danramil 1701-12/Demta, Lettu Inf Dolfis Hans Anaktototy, ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat. Turut hadir Kepala Distrik Demta Bapak Moses Demetouw, S.IP., M.Si., Ketua DAS Distrik Demta Bapak Daud Yaukwar, Sekretaris DAS Bapak Nehemias Dodop, serta para tokoh penting lainnya seperti Bapak Marthen Anas Agung (tokoh masyarakat), Bapak Rischal Marani (tokoh agama), Bapak Stepanus Bonsapya (tokoh adat), Kepala Kampung Kamera Bapak Silas Tauruy, dan Kepala Kampung Ambora Bapak Didimus Karafir.
Acara diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Bapak Yohanes Picha, menciptakan suasana khidmat dan penuh keakraban sebagai awal dari kegiatan yang sarat makna kebersamaan.
Dalam sambutannya, Danramil Lettu Inf Dolfis Hans Anaktototy menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut aktif menjaga keamanan dan ketertiban di setiap kampung, khususnya menjelang agenda penting seperti Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur Papua serta peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh masyarakat. Mari kita ciptakan suasana yang damai, saling menghormati, dan tetap menjalin tali silaturahmi demi kemajuan bersama,” tegas Danramil.
Senada dengan itu, Kepala Distrik Demta, Bapak Moses Demetouw, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Koramil Demta dalam memfasilitasi forum dialog yang konstruktif ini. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga harmoni sosial dan ketertiban wilayah.
“Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Demta mampu menjadi contoh dalam menjaga kerukunan dan keamanan di tengah dinamika politik dan sosial. Momentum PSU dan HUT RI harus menjadi ajang pemersatu, bukan pemecah belah,” ujarnya.
Kegiatan Komsos ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan penyampaian aspirasi, namun juga wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kedaulatan dan kedamaian di tingkat akar rumput. Melalui diskusi terbuka dan penuh keakraban, para tokoh menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi sosial kemasyarakatan serta tantangan menjelang PSU, mulai dari isu keamanan kampung, peran generasi muda, hingga pentingnya kontribusi tokoh adat dan agama dalam menjaga ketertiban sosial.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, koordinasi dan komunikasi antara Koramil dan para tokoh masyarakat di wilayah Distrik Demta semakin kuat dan solid. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala guna memastikan terciptanya stabilitas wilayah secara berkelanjutan. (Redaksi Papua).