Mei 31, 2026
Borong Hasil Petani Mama-Mama Papua, Satgas Yonif 500/Sikatan Perkuat Jalinan Kasih di Tanah Intan Jaya Borong Hasil Petani Mama-Mama Papua, Satgas Yonif 500/Sikatan Perkuat Jalinan Kasih di Tanah Intan Jaya

Borong Hasil Petani Mama-Mama Papua, Satgas Yonif 500/Sikatan Perkuat Jalinan Kasih di Tanah Intan Jaya

 

Intan Jaya, Papua Tengah — Sejuknya semangat persaudaraan kembali terasa hangat di sudut Pasar Tradisional Sugapa, saat prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan menggelar kegiatan Rosita (Borong Hasil Tani) pada Selasa, 15 Juli 2025, bertempat di TK Mamba Kotis. Sebanyak 10 personel dipimpin oleh Serda Egi dengan tulus memborong hasil kebun mama-mama Papua, sebagai wujud nyata kepedulian dan pendekatan humanis TNI kepada masyarakat.

Dalam kegiatan ini, para prajurit menyambut para mama yang hendak berjualan dengan senyuman dan sapaan hangat. Mereka membeli langsung hasil kebun berupa sayuran, buah-buahan, dan umbi-umbian, yang dibawa mama-mama dalam noken dengan berjalan kaki dari kampung. Momen itu bukan hanya tentang transaksi ekonomi, melainkan juga pertemuan dua hati antara pelindung negeri dan penjaga tanah.

Baca Selengkapnya  Ciptakan Suasana Yang Aman dan Nyaman, Babinsa Ori Jalin Keakraban Sambangi Warga

“Ini bukan sekadar beli sayur, ini tentang menunjukkan bahwa kami hadir sebagai saudara. Mama-mama ini adalah pahlawan pangan Papua. Kami hanya ingin membantu mereka, meski dengan cara sederhana,” ujar Serda Egi sambil menyerahkan uang pembayaran kepada salah satu mama Papua yang tersenyum haru.

Kegiatan Rosita ini sebagai salah satu pendekatan non-kekerasan dalam menciptakan rasa aman dan membangun kepercayaan dengan masyarakat.

“Kami merasa senang sekali. Biasanya kalau bawa hasil kebun ke pasar, kadang tidak habis dijual. Tapi sekarang ada TNI yang datang borong, hati senang, bisa bawa uang pulang untuk anak cucu,” tutur salah satu mama sambil merapikan noken-nya.

Baca Selengkapnya  SAHLI DANKORMAR LEPAS TIGA PERWIRA TERBAIK JELANG PURNA TUGAS DAN MUTASI

Dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan, Satgas Yonif 500/Sikatan membuktikan bahwa kedamaian di Papua tidak hanya dibangun melalui senjata, melainkan melalui kasih sayang dan pengertian. Di tengah tantangan medan dan perbedaan budaya, prajurit tetap hadir sebagai pelindung rakyat, sahabat petani, dan saudara bagi setiap anak negeri.

Momen tersebut menggambarkan kehangatan interaksi antara prajurit dan mama Papua, sebuah jabat tangan, tatapan tulus, dan hasil bumi yang penuh berkah. Ini adalah potret Indonesia yang damai, yang lahir dari niat tulus dan kerja bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *