Suasana aula serbaguna SMA Negeri 2 Sarmi pagi itu terasa berbeda. Ratusan pasang mata siswa baru tampak antusias, menyimak setiap kata yang disampaikan oleh seorang prajurit TNI yang berdiri tegap di hadapan mereka. Dialah Lettu Inf Sudarno, Danramil 1712-06/Bonggo, yang bersama dua anggotanya hadir untuk menanamkan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada 183 siswa baru dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026, Kamis (17/72025).
Kehadiran TNI dalam dunia pendidikan bukanlah hal baru, namun selalu membawa nuansa tersendiri yang menggugah semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.
Dalam penyampaiannya, Lettu Sudarno tidak hanya berbicara soal teori, tetapi menanamkan nilai-nilai luhur kebangsaan melalui kisah-kisah inspiratif dan pendekatan yang menyentuh sisi emosional siswa.
“Kami hadir bukan semata menjalankan tugas, tetapi juga membawa tanggung jawab moral untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme pada generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Selain itu, Danramil mengajak para siswa untuk memahami makna Pancasila sebagai dasar negara, pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman, dan menjauhi paham radikalisme serta perilaku intoleran. Ia juga menekankan pentingnya mencintai tanah air bukan hanya melalui kata, tapi melalui aksi nyata di lingkungan sekitar.
Kepala SMA Negeri 2 Sarmi, Bapak Samuel Yarangga, S.Pd., menyambut baik kehadiran Danramil dan jajarannya. Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang hidup. Para siswa diberi kesempatan bertanya dan berdiskusi tentang arti penting menjadi warga negara yang baik, dan bagaimana peran mereka dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Kegiatan ini bukan hanya memberikan edukasi, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat semangat kebangsaan siswa kami. Kami sangat berterima kasih dan berharap sinergi ini bisa terus berlanjut di masa mendatang,” tuturnya.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan dunia pendidikan, memperlihatkan bahwa menjaga keutuhan NKRI tidak hanya melalui senjata, tetapi juga lewat pembinaan nilai di ruang-ruang kelas, di hati para pelajar.
Melalui kegiatan ini, tampak jelas bahwa semangat merah putih masih menyala kuat di dada generasi muda Papua. Mereka tidak hanya menjadi pelajar, tetapi juga harapan bangsa yang siap tumbuh menjadi pemimpin masa depan.