Di pelosok Papua yang jauh dari akses fasilitas medis memadai, hadirnya prajurit TNI menjadi harapan yang nyata bagi masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Satgas Yonif 743/PSY Pos Makosatgas Purleme, yang dengan sigap memberikan pertolongan medis kepada seorang anak bernama Ruben, yang mengalami infeksi serius pada kakinya, di Kampung Purleme, Distrik Parlemen, Kab. Puncak Jaya, Kamis (7/8/2025).
Respons cepat ini menyelamatkan kondisi Ruben yang semula mengkhawatirkan, sekaligus memperlihatkan peran penting TNI dalam aspek kemanusiaan, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi sebagai bagian dari denyut kehidupan masyarakat.
Lettu Ckm Yuris, Dokter Satgas yang menangani langsung kondisi Ruben, menjelaskan kondisi luka Ruben yang sudah beberapa hari dibiarkan tanpa penanganan mulai memburuk. Ia datang ke pos dalam keadaan lemas dan kesakitan. Melihat situasi tersebut, tim kesehatan Satgas langsung mengambil tindakan cepat.
“Kami tak bisa tinggal diam. Ruben butuh pertolongan dan kami punya tanggung jawab untuk hadir bukan hanya sebagai penjaga wilayah, tapi juga sebagai penolong bagi masyarakat,” ujarnya.
Tim medis memberikan pembersihan luka, pemberian antibiotik, serta perawatan luka lanjutan. Tak berhenti di situ, keluarga Ruben juga diedukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan luka, cara merawatnya di rumah, dan tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai.
Tindakan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Orangtua Ruben mengungkapkan rasa syukur dan haru atas kepedulian yang telah ditunjukkan para prajurit.
Kehadiran Satgas Yonif 743/PSY menjadi cermin dari wajah TNI yang humanis, hadir di tengah keterbatasan, menjadi teman, saudara, sekaligus pelindung. Di wilayah-wilayah seperti Kampung Purleme, prajurit bukan sekadar aparat negara, tapi juga penjaga harapan bagi banyak keluarga.
Dengan langkah kecil seperti ini, Satgas Yonif 743/PSY terus membuktikan bahwa misi kemanusiaan dan pengabdian tulus bisa menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan dan cinta rakyat kepada TNI. Karena sejatinya, menjaga perbatasan bukan hanya tentang menjaga wilayah, tetapi juga menjaga kehidupan.





