Di balik keheningan lembah dan perbukitan, terdengar suara lantang anak-anak menyanyikan lagu Garuda Pancasila menggema dari sebuah bangunan sederhana di SDN Kampung Yubuk, Distrik Mofinop, Pegunungan Bintang. Ini Bukan hari biasa bagi anak-anak tersebut, sebab mereka mendapat kunjungan istimewa dari personel Pos Mofinop Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 753/AVT, Sabtu (26/07/2025).
Dengan senyum dan semangat, para prajurit TNI datang bukan membawa senjata, tapi membawa buku tulis, pena, dan segenggam harapan. Dipimpin oleh Danpos Mofinop Letda Inf Faizal, mereka masuk kelas untuk berbagi ilmu, menyemai semangat nasionalisme, dan menanamkan cinta tanah air kepada generasi muda di ujung timur Indonesia.
“Kami ingin anak-anak di perbatasan tahu bahwa mereka adalah bagian penting dari Indonesia. Mereka punya hak yang sama untuk belajar, bercita-cita, dan mencintai bangsanya,” ungkap Letda Faizal penuh keyakinan.
Kegiatan yang mengusung tema Wawasan Merah Putih ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam mendampingi anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi tangguh.
Meski sarana pendidikan dan tenaga pengajar terbatas, semangat anak-anak Yubuk tak pernah padam. Justru di situlah para prajurit hadir, mengisi kekosongan dan menyalakan cahaya di tengah keterbatasan.
Mereka tidak hanya mengajarkan tentang lambang negara, Pancasila, atau lagu kebangsaan, tetapi juga menyuntikkan rasa percaya diri, kebanggaan menjadi anak Indonesia, dan motivasi untuk menggapai masa depan.
Salah satu momen paling menyentuh adalah ketika Aser, murid kelas empat, menyampaikan keinginannya agar para TNI lebih sering datang. Dengan polos dan penuh harapan ia berkata.
“Kita senang om tentara datang untuk ajar kita di sini. Semoga om tentara sering-sering datang untuk ajar kita sama main dengan kita,” ujar Aser.
Melalui program seperti ini, Satgas Yonif 753/AVT menegaskan bahwa tugas menjaga perbatasan bukan hanya tentang keamanan wilayah, tapi juga merawat mimpi anak-anak bangsa. Di Mofinop, merah putih tidak hanya dikibarkan di tiang bendera, tapi juga dalam hati setiap anak yang kini tahu arti menjadi bagian dari Indonesia.





