TARGETTKP86.COM TSM-TNI Senin, 11-08-2025 telah menghitung kebutuhan operasional karena validasi organisasi. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi.
Diketahui, TNI melaksanakan validasi organisasi yang diresmikan lewat upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Komando Pasukan Khusus, Batujajar, Bandung, Minggu (10/8).
“TNI sudah menghitung betul berapa kebutuhan untuk operasional, dengan adanya misalnya Batalyon Teritorial Pembangunan, kemudian Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, itu sudah kami hitung juga kebutuhannya,” ujar Kristomei selepas upacara kehormatan militer di Batujajar, Minggu.

Validasi organisasi TNI, termasuk pembentukan Batalyon dan Brigade Teritoral Pembangunan, akan menambah jumlah personel.
TNI akan merekrut tamtama dan bintara untuk Batalyon dan Brigade Teritoral Pembangunan.
“Nah tentunya kan kami sudah menghitung (anggaran), termasuk Kementerian Pertahanan RI sudah mengkalkulasi itu semua,” kata Kristomei.
Untuk tahun ini, Kemhan RI mengusulkan anggaran pertahanan sebesar Rp 247,5 triliun dari yang sebelumnya Rp 166,1 triliun. Adapun realisasi anggaran pertahanan selama semester I-2025 mencapai Rp 102,2 triliun (61,6 persen). Anggaran pertahanan nantinya dibagi untuk tiga matra.
“Itu (besaran anggaran) masih bersifat proyeksi pemerintah, belum melalui persetujuan akhir oleh DPR RI,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Kemhan RI Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang dalam keterangan tertulisnya kepada Indonesia Defense Magazine, Kamis (17/7).
Adapun dalam upacara kehormatan militer di Batujajar, Minggu, Presiden Prabowo Subianto meresmikan dan mengukuhkan sejumlah satuan baru TNI, antara lain enam Komando Daerah Militer (Kodam), 14 Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral), tiga Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau), satu Komando Operasi Udara, dan enam Grup Komando Pasukan Khusus.
Selain itu, terdapat 20 Brigade Teritorial Pembangunan, satu Brigade Infanteri Marinir, satu Resimen Korps Pasgat, 100 Batalyon Teritorial Pembangunan, lima Batalyon Infanteri Marinir, dan lima Batalyon Komando Pasukan Gerak Cepat. (nma-idm)
Admin






