Mei 31, 2026
13 Tahun Mengabdi untuk Kucing Jalanan, Kakek Atong dari Sungai Pinyuh Jadi Sosok Inspiratif 13 Tahun Mengabdi untuk Kucing Jalanan, Kakek Atong dari Sungai Pinyuh Jadi Sosok Inspiratif

13 Tahun Mengabdi untuk Kucing Jalanan, Kakek Atong dari Sungai Pinyuh Jadi Sosok Inspiratif

 

Sungai Pinyuh, Selasa 17 Juni 2025 — Di tengah hiruk pikuk pasar dan terminal Sungai Pinyuh, terdapat sosok sederhana namun penuh kasih. Dialah Atong (68), warga Desa Sungai Bakau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang selama 13 tahun terakhir telah mendedikasikan dirinya memberi makan kucing-kucing jalanan di sekitar pasar dan terminal Sungai Pinyuh.

Saat ditemui media ini pada Selasa malam (17/6/2025), Atong tengah mengumpulkan sisa-sisa makanan dari warung Lamongan di sekitar terminal. “Biasanya saya kumpulkan tulang ikan, ayam, atau makanan bekas lainnya. Lalu saya bawa pulang untuk dicampur dengan nasi dan diberikan kepada kucing-kucing liar di sekitar pasar,” ujarnya.

Baca Selengkapnya  TARGETTKP86, Penyelundupan Rokok Non Cukai, Pelabuhan Tikus Tanjung Gundap Batam

Dorongan melakukan kegiatan mulia ini berawal dari rasa iba. “Saya sedih lihat kucing-kucing itu badannya kurus. Tidak tega kalau mereka kelaparan,” katanya lirih. Menurut Atong, kegiatan memberi makan kucing ini telah menjadi rutinitas harian, baik pagi maupun malam hari. Ia merasa puas dan bahagia setiap kali melihat kucing-kucing itu kenyang dan sehat.

Atong juga mengaku mengetahui bahwa kucing adalah hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW, yang menjadi salah satu motivasinya untuk terus merawat mereka.

Bersama istrinya di rumah, ia setiap hari memasak nasi dan menyiapkan campuran lauk seperti ayam goreng dan ikan goreng sisa dari pengunjung rumah makan. Tak lupa, Atong juga membawa air bersih untuk minum kucing setelah makan.

Baca Selengkapnya  Jelang Idul Fitri, Dandim 1208/Sambas Hadiri Vicon Bazar Murah Serentak Bersama Panglima TNI

“Saya punya lima anak, semua sudah berkeluarga. Sekarang saya dan istri fokus berbagi rezeki dengan makhluk Tuhan yang sering dilupakan orang,” tuturnya.

Atong kini dikenal oleh para pedagang dan warga sekitar sebagai “penjaga kucing pasar.” Meski tanpa pamrih, apa yang ia lakukan selama lebih dari satu dekade menjadi teladan tentang kepedulian, kasih sayang, dan pengabdian dalam kesunyian.*(zainul irwansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *