Tulungagung -kegiatan Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) Tulungagung sempat terhenti. Bulog Tulungagung menargetkan penyaluran Banpang dapat tuntas 100 persen pada Mei 2026.
Pimpinan Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan mengatakan, salah satu penyebab tersendatnya pengiriman Banpang di Tulungagung karena bertepatan dengan panen raya. Dikhawatirkan dapat berpengaruh pada stabilitas harga gabah.
“Penyaluran Banpang juga terkendala ketersediaan karung packing untuk beras. Sehingga kami menunggu penyelesaian pengadaan karung untuk Banpang,” ujarnya.
Berdasarkan data, progres penyaluran Banpang Tulungagung masih 30 persen. Sedangkan jumlah penerima Banpang Tulungagung mencapai 149.572 orang yang tersebar di 19 kecamatan.
“Penyaluran Banpang sudah hampir merata di setiap kecamatan. Totalnya sekitar 44.872 penerima bantuan,” terangnya.
Yonas menjelaskan, saat ini masih ada 104.700 penerima yang belum mendapat penyaluran Banpang. Bulog Tulungagung akan melakukan kejar target dalam bulan Mei 2026.
“Penyaluran Banpang kurang 70 persen kami targetkan selesai pada 31 Mei 2026,” jelasnya.
Setiap penerima Banpang akan mendapat paket sembako. Terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak untuk satu bulan. Nantinya penyaluran Banpang akan dilakukan untuk dua bulan sekaligus.
“Jadi nanti setiap penerima akan mendapat 20 kilogram beras dan 4 liter minyak,” paparnya.





